7 hal yang merupakan SEBAB AKIBAT

Posted: April 23, 2011 in Motivasi

Sayidina ‘Umar Radhiyallahu Anhu  berkata :

1. Barang siapa banyak tertawa, maka wibawanya sedikit.

Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wassallam bersabda : “Jauhilah olehmu banyak tertawa, sebab sesungguhnya banyak tertawa itu dapat mematikan hati dan bisa menghilangkan wibawa.” (Diriwayatkan dari Abu Dzar Radhiyallahu Anhu).

Berkelakar itu merupakan makar syetan yang akan mencelakakan sedikit demi sedikit dan merupakan tipuan hawa nafsu.”.

’Umar bin ’Abdul ’Azis berkata : “Janganlah kalian banyak humor, karena banyak humor itu adalah suatu ketololan yang bisa melahirkan dendam dan bisa menjadikan hati keras.”

Al-Mawardi mengatakan dalam bait-bait syairnya :

berkelakar itu awalnya manis

tetapi berakhirnya dengan permusuhan yang sengit

lelaki yang terhormat akan menghindarinya

tetapi orang yang hina menyukainya

2. Barang siapa suka meremehkan orang, maka dia tentu akan diremehkan orang lain.

3. Barang siapa memperbanyak sesuatu, maka dia akan dikenal dengan sesuatu itu.

Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wassallam bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling banyak dosanya pada hari Kiamat nanti adalah orang yang paling banyak bicaranya tentang sesuatu yang tiada guna.” (HR. Ibnu Nashr). “Lisan itu kelak akan disiksa dengan siksaan yang tidak pernah ditimpakan kepada anggota tubuh yang lain. Selanjutnya, lisan itu berkata :”Wahai Tuhanku, mengapa Engkau menyiksaku dengan siksaan yang tidak pernah Engkau timpakan kepada anggota badan yang lain?” Maka dikatakan kepadanya : “Karena telah keluar darimu ucapan yang bisa menggemparkan dunia di Timur dan di Barat, yang menyebabkan ditumpahkannya darah secara haram; dirampasnya harta secara haram; dan digaulinya farji secara haram. Oleh karena itu, demi keagungan-Ku, maka Aku benar-benar akan menyiksamu dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada anggota badan yang lain, selain kamu (lisan).” (HR. Abu Nu’aim).

4. Barang siapa banyak bicaranya, tentu banyak pula dosanya.

5. Barang siapa banyak dosanya, maka tentu sedikit rasa malunya.

6. Barang siapa sedikit rasa malunya, maka sedikit pula sifat wara’nya.

disebutkan bahwa salah seorang ahli paramasastra telah mengatakan bahwa kecerahan wajah adalah karena rasa malunya, sebagaimana tumbuh-tumbuhan cerah karena siraman airnya. Shalih ’Abdul Quddus telah mengatakan melalui bait-bait syair berikut :

bila air muka berkurang, berkurang pula rasa malunya

tiada kebaikan pada wajah bila kehilangan air muka

peliharalah rasa malumu, karena tiada lain perbuatan yang mulia itu

hanyalah dilihat dari rasa malunya itu

7. Barang siapa sedikit sifat wara’nya, maka hatinya akan mati.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s